-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tangki BBM 10 Ribu Liter Bertuliskan PT FPP Disorot, Dugaan Distribusi Ilegal dan Isu Pengawalan Oknum Aparat Mencuat

| Selasa, Maret 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-03T12:30:55Z


BATANGHARI, batangharipedia.com – Sebuah mobil tangki berwarna biru putih bertuliskan PT FPP dan “Penyalur BBM Non Subsidi” dengan kapasitas angkut 10.000 liter menjadi sorotan publik, Selasa (03/03/2026).


Kendaraan tersebut diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang legalitas distribusinya dipertanyakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, perusahaan yang tertera pada badan mobil tangki itu disebut-sebut belum terdata secara resmi di depot PT Pertamina (Persero) wilayah Jambi.


Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa BBM yang diangkut berpotensi berasal dari gudang penimbunan ilegal yang belakangan marak beroperasi di sejumlah titik di Provinsi Jambi.


Saat dikonfirmasi di lokasi, kernet mobil tangki tersebut mengaku kendaraan yang membawa muatan BBM itu mendapatkan pengawalan dari oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif. 


Menurut pengakuannya, pengawalan dilakukan agar mobil tangki dapat melintas tanpa hambatan pemeriksaan aparat penegak hukum.


Mobil tangki itu diketahui bergerak menuju arah Kabupaten Sarolangun dengan pengawalan ketat. Dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam distribusi BBM non-subsidi yang tidak jelas legalitasnya tentu menjadi perhatian serius.


Pasalnya, tata kelola dan distribusi BBM di Indonesia diatur secara ketat melalui regulasi sektor migas serta berada dalam pengawasan instansi terkait guna mencegah penyalahgunaan dan kerugian negara.


Apabila terbukti bahwa BBM tersebut berasal dari gudang ilegal dan tidak dilengkapi dokumen resmi distribusi, praktik ini berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan di sektor minyak dan gas bumi, sekaligus menimbulkan kerugian bagi negara serta mencederai prinsip keadilan dalam tata niaga energi.


Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari manajemen PT FPP maupun klarifikasi dari institusi TNI terkait dugaan pengawalan tersebut. 


Tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.





red

×
Berita Terbaru Update