-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Respon Cepat Wamentan: Usulan Bupati Muhammad Fadhil Arief Siap Dieksekusi

| Selasa, April 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-21T14:27:13Z

 


BATANGHARI, batangharipedia.com — Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui Gerakan Tanam Padi Serentak yang dilaksanakan di Kecamatan Muara Bulian, Selasa (21/4).


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, yang didampingi oleh Pemerintah Provinsi Jambi serta jajaran Pemerintah Kabupaten Batang Hari.


Kehadiran Wamentan RI ini menjadi kunjungan kedua ke Kabupaten Batang Hari, setelah sebelumnya hadir di Desa Olak Besar yang kini telah menunjukkan hasil produksi sawah yang luar biasa dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Fadhil Arief secara langsung melaporkan kondisi pertanian di Kabupaten Batang Hari. Ia menyampaikan bahwa total luasan sawah saat ini mencapai 8.252 hektare, dengan realisasi tanam pada tahun sebelumnya baru mencapai 7.250 hektare. 


Untuk tahun ini, Pemerintah Kabupaten Batang Hari berkomitmen menggenjot percepatan tanam guna menutup selisih konsumsi beras yang masih mengalami defisit sekitar 11.000 ton.


Bupati juga menyampaikan bahwa sejak kunjungan Wamentan RI pada tahun 2024 lalu, Kabupaten Batang Hari telah mengalami peningkatan produksi beras hingga 6.500 ton. Hal ini menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.


Lebih lanjut, disampaikan bahwa alokasi program cetak sawah rakyat seluas 603,5 hektare pada tahun sebelumnya, saat ini baru terealisasi tanam seluas 387 hektare. 


Selain itu, upaya percepatan tanam di luar luasan sawah 8.252 hektare juga terus dilakukan, yang saat ini baru mencapai sekitar 3.000 hektare. Langkah ini dipercepat mengingat prediksi BMKG bahwa pada bulan Juni akan mulai memasuki musim panas, sehingga diharapkan tanaman padi sudah tumbuh lebih awal sebelum kondisi cuaca kering.


Dalam laporannya, Bupati Batang Hari juga mengusulkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kekeringan, di antaranya penggunaan pompa air tenaga surya sebagai alternatif dari pompa berbahan bakar diesel yang dinilai semakin mahal.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga meminta tindak lanjut terkait kondisi lahan sawah yang masih banyak ditumbuhi semak belukar dan membutuhkan dukungan sistem irigasi. 


Hal ini penting mengingat kondisi geografis Batang Hari yang sering mengalami genangan air saat hujan turun selama beberapa hari berturut-turut, sehingga menghambat pemanfaatan lahan pertanian, terutama pada area yang berada di sekitar aliran sungai.


Menanggapi hal tersebut, Wamentan RI Sudaryono menyampaikan bahwa program cetak sawah tidak hanya berfokus pada pembukaan lahan, tetapi harus memastikan lahan tersebut ditanami, menghasilkan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.


Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan berupaya menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang telah disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Batang Hari.


“Tujuan utama dari cetak sawah adalah meningkatkan produksi pangan nasional serta mensejahterakan petani. Apa yang menjadi harapan daerah akan kita upayakan untuk direalisasikan,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Batang Hari menegaskan keseriusannya dalam mengoptimalkan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah, sekaligus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.





red

×
Berita Terbaru Update