SAROLANGUN, JAMBI, batangharipedia.com – Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat seiring menurunnya curah hujan dan mengeringnya kondisi lahan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Kresna Duta Agroindo (KDA), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, menggelar pelatihan dan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan di Plakar Estate.
Kegiatan ini diikuti sekitar 45 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, aparat keamanan, hingga perwakilan desa dan masyarakat.
Turut hadir unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun, Manggala Agni, serta tokoh masyarakat dan karang taruna. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Para peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi interaktif serta praktik langsung pengenalan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran. Mulai dari sistem patroli, deteksi dini, hingga simulasi penggunaan peralatan pemadam diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan kapasitas di lapangan.
Sebagai upaya memperkuat sistem deteksi dini, PT Kresna Duta Agroindo juga memanfaatkan teknologi CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan sirine dan lampu rotator.
Teknologi ini memungkinkan potensi kebakaran terdeteksi secara real time, sehingga respons penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun, Dulmuin, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun kesiapan bersama. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, bahkan saat kondisi cuaca masih relatif basah.
“Ibarat sedia payung sebelum hujan, ketika kondisi panas ekstrem terjadi, seluruh pihak sudah siap,” ujarnya, Jum'at (17/4).
Perwakilan Manggala Agni Sumatera XIII/Sarolangun, Harry, turut menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan kebakaran. Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dibebankan pada satu pihak saja, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Bathin VIII, Aipda Muhammad Amin, berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus berlanjut. Sinergi yang terbangun dinilai mampu memperkuat upaya pencegahan sekaligus meminimalkan potensi permasalahan hukum akibat kebakaran lahan.
Region Controller PT Kresna Duta Agroindo, Defry Yosnedi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun secara berkelanjutan.
“Melalui inisiatif ini, kami berharap risiko karhutla dapat ditekan sejak dini dengan memperkuat sumber daya, sistem, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapan yang dibangun bersama diharapkan mampu mendorong respons yang lebih cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran di lapangan. Ke depan, kolaborasi ini akan terus diperkuat sebagai langkah bersama menjaga wilayah tetap aman dari ancaman karhutla.
red


