BATANGHARI, batangharipedia.com — Aliansi Peduli Masyarakat Jambi (APMJ) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Jambi untuk bertindak tegas terhadap maraknya praktik illegal drilling yang diduga masih berlangsung di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.
Desakan tersebut sebelumnya juga dilansir oleh media HalloIndonesia dan sempat menjadi perhatian publik.
APMJ secara terbuka meminta Kapolda Jambi segera menangkap Wawan, yang diduga kuat sebagai mafia illegal drilling sekaligus pemilik puluhan sumur minyak ilegal di wilayah Desa Bungku, Pompa Air Kecamatan Bajubang, Batang Hari.
Aktivitas pengeboran minyak ilegal tersebut dinilai telah berlangsung lama dan belum tersentuh penegakan hukum secara maksimal.
Tak hanya itu, APMJ juga mendorong aparat penegak hukum untuk memeriksa Moch Yasin, Kepala Desa Pompa Air, yang diduga turut melindungi serta bersekongkol dalam mendukung aktivitas pengeboran minyak ilegal di wilayahnya.
Koordinator APMJ, Rusdi, menegaskan bahwa praktik illegal drilling tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan berpotensi merugikan keuangan negara.
“Kami mendesak Kapolda Jambi untuk segera menangkap Wawan Bungku yang terindikasi sebagai pemilik puluhan sumur minyak ilegal, serta memeriksa Moch Yasin selaku Kepala Desa Pompa Air atas dugaan keterlibatannya dalam aktivitas illegal drilling di wilayah tersebut,” tegas Rusdi.
Pernyataan serupa disampaikan Koordinator APMJ lainnya, Iskandar. Ia menegaskan bahwa APMJ akan terus konsisten mengawal isu-isu kerakyatan, khususnya pemberantasan praktik illegal drilling di Provinsi Jambi.
“Kami akan terus menyuarakan persoalan illegal drilling karena praktik ini jelas merusak lingkungan, melanggar hukum, dan merugikan masyarakat,” ujar Iskandar.
Namun demikian, berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, Wawan yang diduga sebagai pemilik puluhan sumur minyak ilegal hingga kini masih bebas beraktivitas.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait keseriusan aparat penegak hukum, baik di tingkat Polres Batang Hari maupun Polda Jambi, dalam menindak tegas para pelaku illegal drilling.
APMJ berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret dan terukur agar praktik illegal drilling di wilayah Jambi dapat dihentikan secara menyeluruh, demi tegaknya supremasi hukum serta perlindungan terhadap lingkungan dan kepentingan publik.
red
