BATANGHARI, batangharipedia.com – Usai melantik 18 pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Bupati Muhammad Fadhil Arief menegaskan bahwa penguatan struktur birokrasi bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Pelantikan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Kamis (2/4/2026), tersebut mencakup pejabat fungsional tertentu dan pejabat administrator yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kinerja perangkat daerah di tengah tuntutan pelayanan yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Fadhil Arief menyampaikan bahwa jabatan yang diberikan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan loyalitas terhadap tugas negara.
Menurutnya, setiap pejabat yang baru dilantik dituntut mampu menunjukkan dedikasi kerja, menjaga disiplin, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
“Kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah harus dijalankan dengan baik, penuh tanggung jawab, serta tetap menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan sistem kerja birokrasi yang lebih cepat, efisien, dan profesional.
Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan pejabat yang kompeten dinilai sangat menentukan kualitas pelayanan publik sekaligus percepatan pencapaian target kinerja pemerintah.
Fadhil juga menekankan pentingnya kepemimpinan di setiap perangkat daerah agar mampu membina ASN di bawahnya menjadi aparatur yang produktif, berkompetensi, serta mengedepankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tantangan pemerintahan saat ini tidak hanya berasal dari dinamika internal birokrasi, tetapi juga dipengaruhi kondisi global yang berdampak hingga ke daerah.
Karena itu, seluruh ASN diminta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan serta bekerja secara inovatif, responsif, profesional, disiplin, dan berintegritas.
“ASN harus cepat beradaptasi dengan perubahan, karena saat ini tata kelola pemerintahan menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan membaca tantangan zaman,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan transformasi budaya kerja nasional yang kini menjadi arah pembenahan birokrasi di seluruh Indonesia.
Delapan poin transformasi budaya kerja tersebut, menurutnya, harus menjadi pijakan dalam membangun mental kerja aparatur yang lebih modern dan produktif.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik menjadikan jabatan sebagai ruang pengabdian nyata bagi masyarakat.
“Bekerjalah dengan tulus, ikhlas, dan sungguh-sungguh, serta patuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.
Pelantikan berlangsung dalam suasana khidmat dan masih berada dalam nuansa Syawal, disaksikan unsur Forkopimda, pejabat daerah, camat, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan.
red
