Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Zulva Fadhil, Sosok “Bunda Batang Hari” Menghadirkan Kehangatan Di Setiap Langkah

| Rabu, November 26, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-26T01:39:00Z


BATANGHARI, batangharipedia.com - Di setiap sudut kegiatan masyarakat Batang Hari, ada satu sosok yang selalu mencuri perhatian dengan senyum hangat dan ketulusan langkahnya. Dialah Zulva Fadhil, Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, yang oleh banyak warga dijuluki Bunda Batang Hari.


Sebutan itu bukan sekadar gelar penghormatan, melainkan cerminan dari kedekatannya dengan masyarakat di berbagai usia dan lintas generasi.


Pada sebuah kegiatan literasi di salah satu sekolah, anak-anak berlarian menghampirinya tanpa ragu. Mereka menggenggam tangannya, menyapa antusias, bahkan ada yang meminta dipeluk. 


Zulva menanggapi semuanya dengan tawa lembut, seakan menyambut anak-anaknya sendiri. Tak ada jarak protokol, yang ada hanya kehangatan dan cinta yang tulus.


Di tempat lain, para ibu rumah tangga berkumpul menantikan kehadirannya. Mereka tahu bahwa setiap dialog dengan Bunda Zulva selalu menjadi ruang aman untuk berbagi cerita—tentang pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga cara meningkatkan ekonomi melalui usaha kecil. 


Zulva mendengarkan setiap cerita dengan penuh perhatian, mencatat kebutuhan, dan memberikan solusi yang realistis. Baginya, suara para ibu adalah kunci memahami denyut kehidupan keluarga di Batang Hari.


Kedekatannya juga terasa di kalangan generasi muda. Para remaja dan pemuda sering mengaku bahwa mereka merasa dihargai saat berbicara dengannya. Zulva tidak pernah memandang mereka sekadar sebagai generasi yang harus diarahkan, melainkan mitra dengan ide-ide besar untuk kemajuan daerah.


“Bunda selalu memberi ruang untuk mendengar ide kami. Itu yang membuat kami merasa dipercaya,” ujar seorang pemuda Batang Hari.


Bagi para lansia, Zulva adalah figur yang membawa ketenteraman. Ia tak melewatkan kesempatan untuk menyapa para orang tua dengan bahasa yang halus dan penuh hormat. Banyak dari mereka merasa seolah sedang bertemu anak sendiri setiap kali Zulva hadir.


Kedekatan lintas usia yang terbangun ini bukan terjadi begitu saja. Zulva membangunnya dengan konsistensi—hadir bukan hanya sebagai pemimpin organisasi, tetapi sebagai pribadi yang ingin memastikan setiap warga, dari anak-anak hingga para tetua, mendapatkan perhatian yang layak. Dalam setiap agenda, ia memilih untuk menyapa lebih lama, duduk lebih dekat, dan berbicara dari hati ke hati.


Jejak langkahnya di Batang Hari membentuk kisah humanis tentang seorang perempuan yang memaknai kepemimpinan dengan sentuhan personal. Sosok yang tidak hanya menandatangani kebijakan, tetapi juga memeluk warganya. 


Figur yang tak hanya berdiri di podium, namun menyatu di tengah kehidupan masyarakat—dari riuh rendah pasar, pertemuan komunitas, kegiatan desa, hingga ruang-ruang kecil tempat warga menggantungkan harapan.


Bagi masyarakat, Zulva Fadhil bukan sekadar Ketua TP PKK. Ia adalah simbol kehangatan, kedekatan, dan harmoni. Seorang “Bunda” yang kehadirannya membuat Batang Hari terasa lebih hidup, lebih ramah, dan lebih menyatu.






red

×
Berita Terbaru Update