Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pengakuan Korban Ditodong Pistol, Dugaan Pengeroyokan di Sengkati Memanas

| Rabu, November 26, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-26T02:43:24Z


BATANGHARI, batangharipedia.com — Sebuah video berdurasi 36 detik yang beredar luas di media sosial kembali mengguncang publik.


Rekaman itu memperlihatkan dugaan pengeroyokan terhadap dua warga Desa Sengkati Mudo dan Sengkati Kecil, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, Jambi. 


Insiden yang terjadi di areal perkebunan PT DMP—yang kini berstatus sitaan Kejaksaan Agung—melibatkan sejumlah oknum karyawan dan petugas keamanan perusahaan, Selasa (25/11/2025).


Tidak sampai di situ, fakta baru terungkap. Salah satu korban mengaku sempat ditodongkan senjata api diduga jenis pistol ke arah kepalanya saat peristiwa berlangsung.


Dalam video tersebut, tampak korban berinisial ND dikelilingi dan dianiaya oleh beberapa pria. Lehernya dicekik, kedua tangannya digenggam paksa, sementara ia dibentak dengan nada tinggi. Salah satu suara terdengar jelas mengancam.


“Kau merasa bagak kau? Abang Dinal ketahuan baru ko. Elok-elok kau. Borgoli diam, jangan melawan.”


Tak hanya ND, rekannya HD juga menjadi korban penganiayaan di lokasi lain yang jaraknya tak berjauhan dari TKP pertama.


Saat ditemui di kediaman masing-masing, kedua korban membeberkan kronologi kejadian yang berlangsung pada 26 September 2025.


“Saya dipukuli dan dilempar kayu dengan brutal sampai kepala saya robek dan harus dijahit. Saya ingat jelas beberapa pelakunya, berinisial DS, AZ, DD, dan AD,” tutur HD.


Ia juga mengaku sempat ditodongkan pistol.


“Saya tidak begitu ingat siapa yang menodongkan senjata itu, tapi saya yakin salah satu dari mereka membawa pistol,” ujarnya.


Baik HD maupun ND berharap kepolisian tidak hanya mengusut dugaan pengeroyokan, tetapi juga kemungkinan penggunaan senjata api oleh para pelaku.


Keduanya mengaku telah membuat laporan resmi ke Polsek Maro Sebo Ulu beberapa pekan lalu dan berharap proses hukum segera bergerak.


“Kami hanya ingin keadilan. Kami berharap polisi mengungkap siapa yang menodongkan pistol itu dan memproses semuanya sesuai hukum,” tegas HD.



red

×
Berita Terbaru Update