BATANGHARI, batangharipedia.com – Hamparan persawahan di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Selasa (4/8/2026), dipenuhi nuansa kebersamaan dan rasa syukur.
Ratusan petani berkumpul menggelar tradisi Sedekah Bubur, sebuah warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT setelah seluruh proses musim tanam padi selesai dilaksanakan.
Tradisi yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat tersebut turut dihadiri Bupati Batanghari, M. Fadhil Arief. Kehadirannya disambut hangat oleh para tetua adat, pelajar sekolah dasar, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati Balai Pertemuan Kelompok Tani Pulau Tembesu, RT 08, Desa Pasar Terusan.
Turut hadir mewakili Kapolres Batanghari, Kapolsek Muara Bulian, perwakilan Kejaksaan Negeri Batanghari, Asisten Sekretariat Daerah, Camat Muara Bulian, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Lembaga Adat, unsur Forkopimcam, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Sedekah Bubur sebagai bagian dari identitas budaya daerah sekaligus wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
"Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Selain menjadi bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong di tengah masyarakat," ujar Fadhil.
Menurutnya, Desa Pasar Terusan memiliki potensi besar sebagai salah satu kawasan sentra produksi padi di Kabupaten Batanghari.
Karena itu, semangat para petani perlu terus dipelihara agar produktivitas pertanian semakin meningkat dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah.
Fadhil juga meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batanghari untuk terus memberikan pendampingan kepada para petani, khususnya menjelang musim panen yang diperkirakan berlangsung pada Desember mendatang.
"Setelah panen nanti, saya berharap dinas terkait segera mendampingi petani untuk mempersiapkan musim tanam berikutnya. Potensi pertanian di Desa Pasar Terusan sangat besar dan harus terus dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Bagi masyarakat Desa Pasar Terusan, Sedekah Bubur bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, dan doa bersama agar tanaman padi tumbuh subur serta menghasilkan panen yang melimpah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama di tengah hamparan sawah. Warga menikmati berbagai hidangan yang dibawa dari rumah masing-masing dalam suasana penuh keakraban.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa nilai gotong royong, persatuan, dan silaturahmi masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat petani Batang Hari.
red
