-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Dari Anak-Anak Hingga OPD, 274 Barisan Ramaikan Pawai HUT ke-81 RI di Batang Hari

| Rabu, Agustus 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T02:16:21Z


BATANGHARI, batangharipedia.com – Terik matahari yang menyengat sejak pagi tak mampu memadamkan semangat masyarakat Kabupaten Batang Hari. Ribuan warga justru memadati ruas-ruas jalan utama untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Pembangunan, Gerak Jalan, dan Karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Sejak pagi, denyut kemeriahan sudah terasa di sejumlah titik yang menjadi jalur peserta. Warga dari berbagai kalangan berdiri berjejer di sepanjang jalan, menunggu rombongan peserta yang datang membawa beragam atraksi, kostum, kreativitas, hingga pertunjukan drum band.

Taman Aek Meliuk menjadi salah satu pusat perhatian. Kawasan tersebut dipadati masyarakat karena menjadi lokasi panggung kehormatan sekaligus titik akhir rangkaian pawai.

Pawai dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dari Alun-Alun Muara Bulian. Pelepasan peserta dilakukan Sekretaris Daerah Batang Hari, M.P. Rambe.

Tahun ini, rute pawai sedikit diperpendek. Dari Alun-Alun Muara Bulian, seluruh peserta bergerak menuju depan Kantor Bupati Batang Hari, kemudian melanjutkan perjalanan menuju kawasan Tugu Simpang Empat Kejaksaan.

Dari titik tersebut, rombongan berbelok ke kiri dan terus bergerak menuju panggung kehormatan di Taman Aek Meliuk. Total jarak yang ditempuh peserta sekitar tiga kilometer.

Meski matahari semakin meninggi dan suhu udara terasa menyengat, antusiasme peserta maupun masyarakat tidak sedikit pun surut. Sorak-sorai, tepuk tangan, dan lambaian tangan warga mengiringi setiap rombongan yang melintas.

Kemegahan pawai tahun ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 274 barisan. Mereka berasal dari berbagai jenjang pendidikan, organisasi masyarakat, organisasi wanita, perangkat daerah, hingga kelompok umum.

Barisan PAUD, TK, dan RA membuka rangkaian pawai dengan total 19 barisan. Setelah itu, suasana semakin ramai dengan kehadiran peserta gerak jalan tingkat SD/MI sebanyak 77 barisan, SMP/MTs sebanyak 33 barisan, serta SMA, SMK sederajat dan Paket C sebanyak 17 barisan.

Tak kalah menarik, perguruan tinggi dan organisasi masyarakat turut ambil bagian dengan delapan barisan. Kemudian organisasi wanita sebanyak enam barisan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebanyak 38 barisan.

Semarak pawai semakin lengkap dengan penampilan drum band. Tercatat tujuh barisan drum band tingkat SD, 12 barisan tingkat SMP, serta dua barisan tingkat SMA ikut memeriahkan parade.

Sementara dari kategori karnaval, terdapat 13 barisan SD/MI, empat barisan SMP/MTs, 15 barisan umum, empat kelompok sepeda hias, serta 19 unit mobil hias.

Dengan rata-rata sekitar 20 orang dalam setiap barisan, jumlah peserta yang terlibat diperkirakan mencapai ribuan orang. Angka tersebut belum termasuk masyarakat yang sejak pagi memadati sepanjang jalur pawai.

Di depan panggung kehormatan, setiap rombongan mendapatkan kesempatan menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Ada yang tampil dengan kostum penuh warna, membawa ornamen khas daerah, memainkan alat musik, hingga menampilkan atraksi yang mengundang tepuk tangan penonton.

Panggung kehormatan pun menjadi salah satu titik paling semarak. Setiap peserta berusaha memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk ekspresi kegembiraan dalam memperingati hari kemerdekaan.

Di antara pejabat yang hadir tampak Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief, Ketua DPRD Batang Hari Hasrofi, Sekda Batang Hari, Wakapolres Batang Hari, para asisten, staf ahli, serta sejumlah kepala OPD.

Namun, ada momen yang cukup menarik perhatian masyarakat. Bupati Fadhil Arief beberapa kali turun langsung dari panggung kehormatan dan mendekati peserta pawai.

Ia menyapa dan berinteraksi dengan peserta, terutama anak-anak PAUD, TK, SD hingga SMP yang tampil di hadapan panggung.

Sapaan langsung tersebut membuat sejumlah anak terlihat semakin antusias. Bagi mereka, momen bertemu dan disapa langsung kepala daerah menjadi pengalaman tersendiri di tengah perayaan kemerdekaan.

Kehadiran Bupati di tengah peserta juga memperlihatkan kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi bagian penting dalam perjalanan masa depan Batang Hari.

Pawai kemerdekaan tahun ini juga memperlihatkan wajah keberagaman masyarakat Batang Hari.

Berbagai komunitas dan organisasi masyarakat ikut ambil bagian. Di antara mereka terdapat komunitas masyarakat Minang, Batak, Jawa Barat, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Perbedaan latar belakang, budaya dan identitas tidak menjadi sekat. Semuanya berjalan dalam satu barisan, membawa semangat yang sama: memperingati kemerdekaan dan menjaga persatuan.

Di balik gemerlap kostum, suara drum band, sepeda hias dan mobil karnaval, tersimpan pesan yang lebih besar bahwa keberagaman merupakan bagian dari kekuatan masyarakat Batang Hari.

Pawai pun bukan sekadar parade tahunan. Ia menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, menampilkan kreativitas, sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kebangsaan masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Rangkaian Pawai Pembangunan, Gerak Jalan dan Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Batang Hari akhirnya berakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

Meski berlangsung selama berjam-jam di bawah terik matahari, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

Kelancaran kegiatan tidak terlepas dari pengamanan yang dilakukan personel Polres Batang Hari bersama Satpol PP serta Dinas Perhubungan Batang Hari.

Hari itu, jalanan Muara Bulian berubah menjadi panggung besar bagi masyarakat. Merah Putih berkibar di sepanjang rute, ribuan warga bersorak, sementara peserta terus melangkah membawa semangat kemerdekaan.








red 

×
Berita Terbaru Update