-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Alun-Alun Muara Bulian Bergemuruh, Serenade 1.000 Pelajar Jadi Magnet Perayaan HUT ke-81 RI

| Selasa, Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-18T02:34:35Z


BATANG HARI, batangharipedia.com – Riuh tepuk tangan dan lantunan lagu perjuangan mewarnai Alun-Alun Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Senin (17/8/2026). 


Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak sekadar menjadi seremoni kenegaraan, tetapi menjelma menjadi pesta kebersamaan yang melibatkan ribuan masyarakat hingga sore hari.


Sejak siang, masyarakat mulai memadati kawasan Alun-Alun Muara Bulian. Mereka datang untuk menyaksikan rangkaian kegiatan sebelum prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih yang menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan.


Semarak semakin terasa ketika Korps Musik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang Hari tampil di hadapan masyarakat.


Lantunan lagu-lagu bernuansa perjuangan seperti Hari Merdeka dan Maju Tak Gentar menggema di tengah kerumunan warga. Bahkan, suasana semakin cair ketika korps musik membawakan lagu Selamat Ulang Tahun.


Penampilan tersebut sontak menyedot perhatian masyarakat. Warga yang sejak awal menunggu prosesi penurunan bendera pun seakan mendapatkan suguhan hiburan yang membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin hidup.


Alun-Alun Muara Bulian kembali bergemuruh ketika 1.000 pelajar Batang Hari dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat tampil dalam pertunjukan paduan suara bertajuk Serenade.


Di bawah asuhan Bunda Zulva Fadhil, ribuan pelajar itu tampil serempak, menyatukan suara dalam sebuah pertunjukan yang sarat semangat kebangsaan sekaligus kreativitas generasi muda.


Berbagai lagu dibawakan, mulai dari Hari Merdeka, Alhamdulillah, hingga medley lagu populer dan lagu daerah.


Selama lebih dari satu jam, panggung Serenade berhasil mempertahankan perhatian masyarakat. Ribuan pasang mata tertuju kepada para pelajar yang tampil penuh percaya diri di hadapan publik.


Seketika suasana Alun-Alun Muara Bulian berubah semakin meriah. Penonton ikut larut menikmati pertunjukan yang memadukan semangat kemerdekaan, musik, kekompakan dan kreativitas anak-anak muda Batang Hari.


Lebih dari sekadar hiburan, Serenade 1.000 pelajar menjadi gambaran tentang bagaimana semangat kemerdekaan diterjemahkan melalui kreativitas generasi muda.


Ribuan pelajar berdiri dalam satu barisan, menyatukan suara dan menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat. Sebuah pesan sederhana namun kuat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menyiapkan generasi penerus untuk mengisi masa depan.


Hadir menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief, Ketua DPRD Kabupaten Batang Hari, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, serta para peserta upacara yang terdiri dari aparatur sipil negara, pelajar dari tingkat SD hingga SMA dan mahasiswa perguruan tinggi.


Menjelang pukul 17.00 WIB, masyarakat kembali diarahkan untuk menyaksikan prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih.


Jika sebelumnya Alun-Alun Muara Bulian dipenuhi lantunan lagu dan tepuk tangan, kali ini suasana berubah menjadi hening dan penuh penghormatan.


Prosesi penurunan bendera dipimpin oleh Kapten Inf. Faisol, Danramil Mersam, selaku Komandan Upacara. Sementara Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana bertindak sebagai Inspektur Upacara.


Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Batang Hari tampil dengan penuh percaya diri. Setiap gerakan dilakukan dengan disiplin dan presisi, sementara pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam formasi Pasukan 17-8-45 menjalankan tugas dengan tertib.


Ketika Sang Merah Putih perlahan diturunkan dari tiang, suasana Alun-Alun Muara Bulian benar-benar berubah khidmat.


Bendera kemudian diterima oleh Inspektur Upacara dari salah seorang anggota Paskibraka putri sebagai bagian dari rangkaian akhir prosesi.


Sekitar pukul 17.30 WIB, seluruh rangkaian upacara penurunan bendera selesai dilaksanakan.


Hari Kemerdekaan di Batang Hari pun ditutup dengan suasana yang berbeda dari saat dimulai.


Dari riuhnya suara korps musik, semangat 1.000 pelajar yang menyatukan suara, hingga heningnya prosesi penurunan Sang Merah Putih, seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Batang Hari seakan menyampaikan satu pesan: kemerdekaan layak dirayakan dengan penuh semangat, namun pada saat yang sama harus dihormati dengan ketulusan dan kekhidmatan.


Sebuah perayaan yang bukan hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan dan optimisme generasi muda Batang Hari dalam mengisi kemerdekaan.





red

×
Berita Terbaru Update