BATANGHARI, batangharipedia.com – Baru sekitar satu bulan mengemban amanah sebagai Camat Maro Sebo Ilir (MSI), Kabupaten Batang Hari, Supriady Harahap, S.H., memilih membangun komunikasi dengan cara yang berbeda.
Sejak mulai menjabat pada 5 Juni 2026, Harahap tidak hanya menjalankan aktivitas pemerintahan dari balik meja kantor kecamatan.
Ia justru memilih turun langsung menyambangi desa dan kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ilir.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari silaturahmi dan perkenalan dengan para kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga unsur masyarakat di masing-masing wilayah.
Cara yang ditempuh Camat MSI ini terbilang berbeda dari pola yang lazim dilakukan ketika seorang camat baru mulai bertugas.
Jika pada umumnya kepala desa diundang ke kantor kecamatan untuk mengikuti agenda perkenalan, Supriady justru mengambil inisiatif mendatangi langsung kantor desa dan kelurahan.
Menurutnya, turun ke lapangan bukan sekadar agenda seremonial untuk memperkenalkan diri, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi pemerintahan desa sekaligus memahami persoalan yang dihadapi masing-masing wilayah.
Dalam sejumlah kunjungannya, Harahap bahkan hadir di tengah kegiatan pemerintahan desa, seperti rembuk stunting dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Dengan demikian, kunjungan tersebut tidak berhenti pada pertemuan formal. Interaksi langsung dengan pemerintah desa menjadi ruang bagi camat untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kebutuhan, persoalan, serta potensi yang dimiliki masing-masing desa.
“Yang ingin kita bangun adalah komunikasi. Saya ingin mengenal kepala desa, perangkat desa, BPD dan masyarakat secara lebih dekat. Dengan turun langsung, kita bisa mengetahui kondisi desa secara nyata, bukan hanya berdasarkan laporan,” ujar Harahap.
Bagi Harahap, hubungan antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan.
Kecamatan, kata dia, tidak mungkin bekerja sendiri. Begitu pula pemerintah desa membutuhkan dukungan dan koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.
Karena itu, selain melakukan kunjungan silaturahmi, Harahap tengah menyiapkan sebuah pola komunikasi yang lebih informal namun substansial.
Salah satunya melalui program “ngopi santai” di setiap desa dan kelurahan di Kecamatan Maro Sebo Ilir.
Konsep tersebut dirancang sebagai ruang diskusi terbuka. Dalam suasana yang lebih santai, pemerintah kecamatan ingin mendengarkan langsung berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dan pemerintahan desa.
“Kadang persoalan di desa tidak semuanya bisa disampaikan dalam forum resmi. Karena itu, kita ingin membuka ruang komunikasi yang lebih santai. Ngopi bersama, berdiskusi, mendengarkan apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan desa,” katanya.
Menurutnya, dari komunikasi sederhana seperti itu justru dapat muncul berbagai informasi penting yang menjadi bahan pemerintah kecamatan dalam menentukan langkah dan kebijakan.
Kunjungan Harahap juga diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan seluruh unsur pemerintahan desa.
Ia ingin mengenal bukan hanya kepala desa, tetapi juga perangkat desa dan anggota BPD yang menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih solid antara kecamatan dan desa.
“Intinya kita ingin membangun sinergi. Pemerintah kecamatan dan pemerintah desa harus berjalan bersama. Kalau komunikasi baik, persoalan yang ada di desa bisa lebih cepat kita ketahui dan kita koordinasikan,” jelasnya.
Langkah Harahap di awal masa jabatannya pun menjadi sinyal bahwa Kecamatan Maro Sebo Ilir ingin membangun pola pemerintahan yang lebih dekat dengan desa dan masyarakat.
Bukan sekadar menunggu laporan datang ke kantor kecamatan, tetapi berusaha hadir langsung untuk melihat, mendengar, dan memahami persoalan dari sumbernya.
Dengan pola tersebut, Harahap berharap Kecamatan Maro Sebo Ilir ke depan tidak hanya kuat dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki komunikasi dan koordinasi yang semakin erat dengan seluruh desa dan kelurahan.
“Kita ingin hadir bersama desa, mendengar bersama, dan mencari solusi bersama,” pungkasnya.
red
