-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

RKAS BOS Dipertanyakan, Pengawas Sekolah Tutup Akses Konfirmasi

| Selasa, Juli 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-21T04:08:26Z



BATANGHARI, batangharipedia.com – Sikap yang dinilai tidak kooperatif ditunjukkan oleh Pengawas Sekolah, Lena Yespita, saat hendak dikonfirmasi terkait dugaan ketidaksesuaian Papan Informasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Dana BOS di SDN 187/I Kelurahan Teratai, Kabupaten Batang Hari.


Alih-alih memberikan penjelasan, yang bersangkutan justru memblokir nomor WhatsApp wartawan yang berupaya melakukan konfirmasi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan berimbang.


Upaya konfirmasi telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir melalui panggilan dan pesan WhatsApp. Saat berhasil dihubungi, Lena Yespita menyatakan persoalan tersebut bukan menjadi kewenangannya dan mengarahkan agar media menghubungi Inspektorat.


"No comment, itu bukan urusan saya, itu urusan Inspektorat," ujar Lena Yespita, Jumat (17/7/2026).


Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengatakan:


"Saya minta maaf, itu bukan urusan saya. Saya memang pengawas sekolah."


Setelah pernyataan tersebut, media kembali berupaya melakukan konfirmasi untuk kedua kalinya. 


Namun hingga berita ini diturunkan, nomor WhatsApp yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi karena diduga telah memblokir kontak wartawan.


Sikap tertutup tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Publik mempertanyakan mengapa pengawas sekolah yang memiliki tugas melakukan pembinaan, pemantauan, evaluasi, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan memilih tidak memberikan klarifikasi terkait temuan tersebut.


Berdasarkan hasil investigasi media di lokasi, di ruang kantor SDN 187/I masih terpajang Papan Informasi RKAS Dana BOS Tahun Anggaran 2022 yang kondisinya sudah usang.


Sementara itu, belum terlihat pembaruan papan informasi untuk tahun-tahun berikutnya hingga 2026, sehingga memunculkan dugaan tidak optimalnya penyampaian informasi kepada masyarakat.


Selain itu, kondisi fasilitas sekolah juga menjadi sorotan. WC yang menyatu dengan kantor sekolah tampak kumuh dan diduga dialihfungsikan sebagai gudang. 


Ruangan tersebut dipenuhi tumpukan barang-barang bekas sehingga dinilai tidak mencerminkan lingkungan sekolah yang bersih dan tertata.


Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Hari belum dimintai tanggapan resmi terkait sikap pengawas sekolah tersebut. Demikian pula pihak Inspektorat Kabupaten Batang Hari, yang disebut oleh pengawas sekolah, juga belum dimintai keterangan.





red


×
Berita Terbaru Update