-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Dari Curhat Warga Menjadi Solusi, Bunda Zulva Fadhil Kenalkan “Rumah Bunda” di Jakarta

| Rabu, Oktober 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-08T15:56:59Z

 


BATANG HARI, batangharipedia.com – Berawal dari mendengarkan cerita dan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, sebuah gagasan pemberdayaan kemudian tumbuh menjadi ruang untuk berbagi, mendapatkan pendampingan, sekaligus mencari jalan keluar.


Gagasan tersebut terangkum dalam program “Rumah Bunda” yang diinisiasi Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, Bunda Zulva Fadhil. Program ini menjadi salah satu bentuk pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan kedekatan, komunikasi dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi warga.


Kisah dan pengalaman pelaksanaan program tersebut dibagikan Bunda Zulva Fadhil saat menjadi pembicara dalam Mata Lokal Fest 2026, yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Chubb Square, Jakarta, Rabu (7/10/2026).


Dalam forum tersebut, Bunda Zulva Fadhil hadir di Next Way Lab untuk berbagi pengalaman mengenai bagaimana program “Rumah Bunda” dibangun dari kebutuhan nyata masyarakat.


Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh hadirnya program maupun kebijakan. Hal yang tidak kalah penting adalah seberapa dekat program tersebut dengan masyarakat dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dapat dirasakan secara langsung.


Dalam pelaksanaan “Rumah Bunda”, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu fondasi utama.


Berbagai persoalan yang dihadapi kaum ibu, kata dia, tidak selalu muncul dalam forum formal. Tidak jarang persoalan justru terungkap melalui percakapan sederhana, diskusi ringan, hingga ketika masyarakat menyampaikan curahan hati dan pengalaman yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.


Dari berbagai kunjungan dan dialog bersama warga tersebut, Bunda Zulva Fadhil melihat adanya kebutuhan terhadap sebuah ruang yang tidak hanya hadir untuk memberikan pelayanan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat merasa nyaman untuk menyapa, bercerita, didengar dan bersama-sama menemukan solusi.


Dari sanalah konsep “Rumah Bunda” terus dikembangkan.


“Rumah Bunda” kemudian diarahkan menjadi ruang pengaduan sekaligus pendampingan bagi masyarakat. Lebih dari itu, program tersebut menjadi jembatan yang membantu masyarakat menemukan akses terhadap layanan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima program, tetapi sebagai bagian penting dalam menemukan persoalan sekaligus merumuskan solusi.


Kehadiran Bunda Zulva Fadhil di Mata Lokal Fest 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman Kabupaten Batang Hari dalam membangun pendekatan pemberdayaan yang berangkat dari komunikasi langsung dengan masyarakat.


Melalui “Rumah Bunda”, pesan yang ingin dibangun sederhana namun memiliki makna besar: terkadang sebuah solusi tidak selalu dimulai dari program yang besar, melainkan dari kesediaan untuk hadir, mendengarkan dan memahami apa yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Program tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ruang yang semakin dekat dengan warga serta mampu memperkuat peran perempuan dan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.


Dari Batang Hari ke Jakarta, “Rumah Bunda” membawa satu gagasan penting bahwa mendengar adalah langkah awal untuk memahami, dan memahami menjadi jalan untuk menghadirkan solusi yang lebih tepat bagi masyarakat.




red

×
Berita Terbaru Update