BATANG HARI, batangharipedia.com — Semangat pembinaan sepak bola usia muda di Kabupaten Batang Hari kembali bergelora.
Sebuah langkah besar resmi dimulai melalui Kick-Off dan Launching Liga Remaja Batang Hari (LIGRE) untuk kelompok usia U13, U15, dan U17, yang digelar perdana di Lapangan Gelora Patra, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Jambi, Minggu (25/1/2026).
Liga ini digagas oleh Batang Hari Sport Entertainment (BSE), sebuah Event Organizer (EO) di bidang olahraga yang diisi oleh para pelatih tangguh yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Batang Hari yang sudah berpengalaman.
LIGRE menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang bagi generasi muda Batang Hari.
Direktur EO BSE, Fahri Firdaus, M.Pd, mengatakan bahwa Liga Remaja Batang Hari lahir dari kebutuhan akan kompetisi rutin yang mampu menunjang proses pembinaan atlet usia dini dan remaja.
“Liga ini kami rancang bukan hanya sebagai ajang pertandingan, tetapi sebagai wadah pembinaan jangka panjang untuk membentuk mental bertanding, teknik bermain, disiplin, serta karakter positif para pemain muda Batang Hari,” ujarnya.
Pada pertandingan perdana kategori U13, sebanyak delapan Sekolah Sepak Bola (SSB) ambil bagian dan menunjukkan antusiasme tinggi.
Adapun delapan tim U13 yang mengikuti laga hari ini, yakni SSB PSBM, SSB Fathurrahman, SSB Benteng Tembesi, SSB Batin XXIV, SSB Pratama, SSB Bintang Muda, SSB Tunas Bangsa, dan SSB Gelora Patra.
Sementara itu, untuk kategori usia lainnya, panitia telah menjadwalkan pelaksanaan Kick-Off LIGRE U15 pada 31 Januari 2026, dan LIGRE U17 pada 8 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian kompetisi yang berjenjang dan berkesinambungan.
Launching LIGRE disambut antusias oleh para pelatih, pemain muda, serta pemerhati sepak bola daerah, termasuk Manajer Persebri Batang Hari FC dan Eksekutif Komite PSSI Batang Hari.
Antusiasme ini menjadi sinyal positif atas besarnya harapan terhadap lahirnya sistem pembinaan sepak bola yang lebih terarah.
Fahri menambahkan, Lapangan Gelora Patra menjadi saksi dimulainya langkah besar ini. Suasana kick-off berlangsung penuh semangat, ditandai dengan kebersamaan para pelatih dan pemain yang memiliki satu visi, yakni melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial yang mampu membawa nama Batang Hari ke level yang lebih tinggi.
“Liga Remaja Batang Hari kami harapkan menjadi ruang pembelajaran sportivitas, kerja sama tim, serta pembentukan karakter generasi muda, bukan sekadar mengejar hasil pertandingan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia LIGRE, Eko Aprianto, yang juga bertindak sebagai tuan rumah menegaskan bahwa penyelenggaraan liga ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun sepak bola usia dini secara berkelanjutan.
“Kami ingin liga ini berjalan konsisten dan menjadi agenda rutin. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, anak-anak memiliki ruang berkembang serta jenjang pembinaan yang jelas,” tegas Eko.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Bajubang. Dahlan Suntana, S.Km, Camat Kecamatan Bajubang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya LIGRE di wilayahnya.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Selain mendorong prestasi olahraga, liga ini juga membentuk karakter, disiplin, dan kebersamaan generasi muda. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan berkembang,” ungkapnya.
Ke depan, Liga Remaja Batang Hari direncanakan akan diputar secara bergilir di setiap kecamatan. Rencana ini sejalan dengan harapan Manajer Persebri Batang Hari FC, yang menilai LIGRE dapat menjadi cikal bakal pembentukan Persebri Muda untuk kelompok usia U13, U15, dan U17.
Dengan komitmen para pelatih, dukungan EO BSE, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder sepak bola, Liga Remaja Batang Hari diyakini menjadi fondasi kuat lahirnya generasi emas sepak bola Batang Hari.
Kick-off ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, membutuhkan kolaborasi, konsistensi, dan keberanian untuk melakukan terobosan. Liga Remaja Batang Hari pun resmi dimulai, membawa harapan baru bagi masa depan sepak bola daerah.
red
