BATANGHARI, batangharipedia.com – Dinamika internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di tingkat pusat menjadi momentum untuk mempertegas soliditas dan loyalitas kader terhadap kepemimpinan partai.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Batang Hari menyatakan dukungan terhadap keputusan Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, terkait penataan kepengurusan di tingkat pusat, termasuk pemberhentian Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin dari jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) serta Agus Suparmanto dari posisi Wakil Ketua Umum.
Di bawah kepemimpinan Amin Hudari sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Batang Hari periode 2026–2031, dukungan tersebut diarahkan pada penguatan konsolidasi, penegakan disiplin organisasi, serta upaya menjaga keutuhan partai berlambang Ka’bah.
Bagi PPP Batang Hari, dinamika kepengurusan di tingkat pusat harus disikapi secara dewasa dan proporsional. Kepentingan organisasi perlu ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok agar roda partai tetap berjalan dan perjuangan politik tidak terganggu.
Keputusan penataan kepengurusan DPP PPP menjadi bagian dari dinamika organisasi yang menyita perhatian kader di berbagai daerah. Dalam situasi tersebut, soliditas dan kejelasan sikap menjadi penting agar seluruh jajaran partai tetap bergerak dalam satu arah perjuangan.
DPC PPP Kabupaten Batang Hari menempatkan kepatuhan terhadap mekanisme organisasi dan AD/ART sebagai prinsip utama dalam menyikapi setiap keputusan kepemimpinan.
“Bagi kami, kepentingan dan masa depan PPP harus menjadi prioritas. Kami mendukung langkah Ketua Umum DPP PPP dalam melakukan penataan dan konsolidasi organisasi, sepanjang dijalankan sesuai AD/ART serta mekanisme yang berlaku. Jangan sampai dinamika kepengurusan justru melemahkan persatuan dan perjuangan partai,” ujarnya Amin Hudari saat dikonfirmasi
Dukungan sekaligus menjadi pesan bahwa kader di daerah perlu menjaga ketenangan, memperkuat komunikasi, dan tidak mudah terpecah oleh dinamika yang berkembang di tingkat pusat.
PPP memiliki sejarah panjang dalam perjuangan politik nasional. Karena itu, setiap dinamika internal semestinya menjadi ruang evaluasi dan pembenahan untuk memperkuat organisasi, bukan menjadi sumber perpecahan yang berkepanjangan.
Bagi DPC PPP Kabupaten Batang Hari, persatuan kader merupakan modal penting untuk menjaga eksistensi partai sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.
Perbedaan pandangan dapat terjadi dalam organisasi politik. Namun, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur yang sesuai dengan aturan partai, dengan tetap mengedepankan etika, kedewasaan politik, dan kepentingan bersama.
“Jangan sampai persoalan di tingkat pusat membuat kader di daerah kehilangan fokus. Tugas kita adalah menjaga soliditas, memperkuat struktur partai, dan terus hadir di tengah masyarakat. Ka’bah harus tetap satu, dan perjuangan PPP harus terus berjalan,” ungkapnya
Memasuki periode kepengurusan 2026–2031, DPC PPP Kabupaten Batang Hari memiliki tanggung jawab untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kaderisasi, serta membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat.
Persiapan menghadapi verifikasi partai politik dan Pemilu 2029 membutuhkan kerja nyata, disiplin organisasi, dan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh potensi kader.
Karena itu, dukungan terhadap langkah penataan DPP harus diikuti dengan penguatan organisasi di daerah. Kader tidak cukup hanya menyatakan loyalitas, tetapi juga harus membuktikannya melalui kerja politik yang santun, pelayanan kepada masyarakat, dan perjuangan aspirasi rakyat.
Dengan semangat kebersamaan, DPC PPP Kabupaten Batang Hari terus memperkuat barisan serta menjaga marwah partai di tengah dinamika politik nasional.
red
